DIARY 3 Etika dan Profesi Keguruan
Kenapa sebagai manusia kita dituntut untuk bermimpi?
Selamat Hari Senin, Manusia di permukaan bumi :)
Hehehehe...
Selamat Hari Senin yaaa, gimana? Bobok jam berapa semalem?
Liburan kemana kemarin? Hehehe, nanya mulu jadinya. Btw, ini udah balik lagi Senin loh, sadar gak sih? Udah waktunya buka lembaran baru di awal minggu lagi. Jadiii, jangan lupa move on!
Selamat Hari Senin, Manusia di permukaan bumi :)
Hehehehe...
Selamat Hari Senin yaaa, gimana? Bobok jam berapa semalem?
Liburan kemana kemarin? Hehehe, nanya mulu jadinya. Btw, ini udah balik lagi Senin loh, sadar gak sih? Udah waktunya buka lembaran baru di awal minggu lagi. Jadiii, jangan lupa move on!
Jangan bosen baca tulisanku dulu ya :(, ini baru yang ketiga loh, minimal masih ada 13 ceritaku lagi yang masih menanti untuk kalian baca. Eh, kalo sekarang masih menanti untuk diterbitkan sih. Hari ini masuk ke minggu ketiga dikuliahku. Masih dengan dosen yang sama, untuk itu aku tetap masih menuliskan ini. Berbeda dari kedua ceritaku yang lainnya, kali ini aku memiliki pengalaman baru di sekolah, tepatnya MAN 1 YOGYAKARTA. Aku tidak pernah bermimpi sebelumnya akan menjadi seorang guru, namun disadari atau enggak, aku kuliah di jurusan pendidikan yang aku rasa semakin kesini semakin mendorongku untuk berjalan kearah profesi yang satu ini. Aku belum bisa menerima sebelumnya mengapa jalanku seperti ini. Sampai pada suatu titik dimana aku menyadari bahwa aku ini ternyata tidak pernah bermimpi untuk menjadi sesuatu. Lagi-lagi setelah aku memikirkan lebih dalam, ternyata Tuhan cukup baik dengan memberikanku takdir seperti ini. Walaupun hatiku saat ini belm juga terpanggil untuk menekuni ini, namun setidaknnya keadaan tetap membawaku untuk tidak berhenti berharap dengan semua yang menurutku adalah tuntutan yang membuatku lebih baik. Dari aku yang sebelumnya merasa bahwa hidup akan tetap baik-baik saja, namun ternyata hidup harus diperjuangkan sebagaimana mestinya.
Tuangkan angan dan harapan setinggi-tingginya dalam mimpi. Disana kita tak akan menemukan apa itu keterbatasan. Namun bukan hanya tentang mimpi, melainkan kita sadar kemudian bangun untuk mewujudkannya. Yaaaaaa, walaupun terkadang yang terjadi tak sesuai dengan impian, tapi tetaplah percaya bahwa apa yang ditakdirkan Tuhan untuk kita adalah yang terbaik :).
![]() |
| Observasi di MAN 1 Yogyakarta |
Etika dan Profesi Keguruan
Zakia Listiya Asmarany
18413244018

Komentar
Posting Komentar